Bekerja dengan Kami
Ekspedisi Maluku : Covid Respons dan Hutan Lestari
22 October 2020 - 01 November 2020 Papua Barat dan Maluku Utara
Selesai

 

 

Kepulauan Maluku tersohor dengan sumber daya alamnya yang melimpah. Sejarah mencatat rempah Maluku, terutama cengkih dan pala, membuat empat negara Eropa merebutkan tanah itu. Namun, pandemi Covid-19 membuat perekonomian masyarakat di Maluku Utara tersendat. Kapal tak datang ke pulau-pulau untuk mengangkut hasil bumi. EcoNusa menggagas Ekspedisi Maluku Rute-1 dengan membawa dokter untuk mengedukasi masyarakat perihal pencegahan Covid-19, memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, dan membagikan masker. Memberikan dukungan berupa benih, pupuk, dan alat pertanian. Mendukung upaya masyarakat dalam pengelolaan hutan, laut, dan mangrove. Serta mendokumentasikan kearifan lokal yang terus dijaga oleh masyarakat.

Rencana Perjalanan
Kampung Deer, Distrik Kofiau, Raja Ampat, Papua Barat – Jumat, 23 Oktober 2020

Kampung Deer terletak di Pulau Kofiau. Meski termasuk dalam Kabupaten Raja Ampat, Kofiau jauh dari gemerlap pariwisata. Salah satunya karena lokasinya yang jauh dari objek wisata Raja Ampat lainnya. EcoNusa datang ke kampung Deer untuk memberikan edukasi pencegahan Covid-19, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, serta mendokumentasikan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan masyarakat dalam memproduksi sagu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Desa Gane Dalam, Halmahera Selatan, Maluku Utara – 24 s.d. 25 Oktober 2020

EcoNusa khusus datang ke Gane Dalam guna memberikan dukungan kepada warga yang berjuang mempertahankan sisa lahan mereka agar tak diambil alih lagi oleh perusahaan perkebunan sawit. Selama bertahun-tahun, Warga Gane didampingi lembaga Wahana Lingkungan Hidup berjuang atas tanah mereka. Kami juga memberikan edukasi pencegahan Covid-19 dan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, membagikan masker, dan memberikan dukungan kepada warga berupa bibit alat pertanian.

 

 

 

Baca juga: Mempertahankan Harapan yang Tersisa di Gane Dalam

Pulau Sali Kecil, Halmahera Selatan, Maluku Utara – Senin, 26 Oktober 2020

Ada makam leluhur yang dikeramatkan oleh sebagian warga kepulauan Maluku Utara di Pulau Sali. EcoNusa mendokumentasikan kegiatan masyarakat di pulau tersebut, serta memberikan edukasi pencegahan Covid-19, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, dan membagikan masker. Warga harus menempuh perjalanan satu jam menggunakan speed boat atau 3 jam dengan perahu ketinting untuk mencapai rumah sakit terdekat. EcoNusa juga memberikan dukungan kepada warga berupa bibit dan alat pertanian.

 

 

 

Baca juga: Catatan Perjalanan: Membangkitkan Kembali Kemandirian Pulau Bacan

Desa Samo, Halmahera Selatan, Maluku Utara – Selasa, 27 Oktober 2020

Perkumpulan PakaTiva dengan dukungan EcoNusa mendampingi warga di Samo yang tengah kembali menanam padi ladang sejak pertengahan 2019, yang telah tiga dekade mereka tinggalkan. Ini adalah cara agar masyarakat bisa membangun kemandirian pangan dan tetap menjaga hutan. Warga Samo sudah bisa memanen sekitar 2,5 ton padi yang mereka tanam sendiri di awal tahun lalu. Ketika akses ke kota dibatasi karena pandemi melanda, mereka tidak khawatir karena ada stok makanan yang mencukupi. Mereka juga diajari menanam sayuran organik. EcoNusa juga memberikan edukasi tentang Covid-19, membagikan masker, dan melakukan pemeriksaan kesehatan; serta memberikan dukungan berupa bibit dan alat pertanian.

 

 

 

Baca juga: Catatan Perjalanan: Ketahanan Pangan Warga Saat Pandemi

Desa Posi Posi, Halmahera Selatan, Maluku Utara – Rabu, 24 Oktober 2020

Posi Posi bertetangga dengan Gumira. Warga di kampung ini mulai didampingi oleh PakaTiva dan EcoNusa sejak awal 2020. Warga Posi Posi belajar bersama warga Samo untuk kembali menanam padi ladang. EcoNusa datang untuk memberikan edukasi pencegahan Covid-19, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, memberikan masker, serta bibit dan alat pertanian dengan tujuan mendukung upaya mereka membangun kemandirian pangan.

 

 

 

Baca juga: EcoNusa Ajak Masyarakat Lestarikan Soki dan Posi-posi

Desa Gumira, Halmahera Selatan, Maluku Utara – Kamis, 25 Oktober 2020

Warga Desa Gumira tertarik belajar menanam padi ladang setelah melihat keberhasilan warga Samo. Mereka mendapat pendampingan dari PakaTiva dan EcoNusa sejak awal 2020. EcoNusa datang untuk memberikan edukasi pencegahan Covid-19, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, membagikan masker, serta memberikan dukungan berupa bibit dan alat pertanian untuk mendukung upaya mereka membangun kemandirian pangan.

 

 

 

Baca juga: Mengembalikan Kemandirian Pangan Masyarakat di Pesisir Halmahera

Desa Pasir Putih, Halmahera Selatan, Maluku Utara – Jumat, 26 Oktober 2020

Warga Pasir Putih mandiri secara pangan. Mereka mengolah singkong menjadi berbagai jenis makanan yang mereka konsumsi sehari-hari dan dijual ke daerah lain. Desa ini mendapat pendampingan dari PakaTiva untuk diajari bertanam sayuran organik dengan dukungan EcoNusa. Dalam Ekspedisi ini, EcoNusa datang untuk memberikan edukasi pencegahan Covid-19, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, memberikan masker, serta bibit dan alat pertanian.

 

Desa Suma, Pulau Makian, Maluku Utara – Sabtu, 27 Oktober 2020

Suma merupakan penghasil kenari. Kacang tersebut dijual oleh warga dalam bentuk mentah maupun dibuat panganan olahan. Semua masih dilakukan dengan cara tradisional, termasuk warga memecah buah kenari yang akan mereka olah dengan batu. EcoNusa mendokumentasikan kebun mereka dan proses pengolahan kenari yang dilakukan masyarakat. Juga memberikan edukasi pencegahan Covid-19, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, memberikan masker, serta bibit dan alat pertanian.

 

Kesultanan Tidore, Kota Tidore – Minggu, 28 Oktober 2020

Tim Ekspedisi disambut oleh Jou Jau (Perdana Menteri) Amin Faaroek dan para menteri lain di Dermaga Sultan di Pusat Kota Sao Sio. Perangkat Istana Kesultanan Tidore menerima CEO EcoNusa, Bustar Maitar, dengan tradisi joko hale atau injak tanah sebagai bentuk penyambutan untuk tamu yang baru pertama kali memijakkan kaki di Tidore. Di dalam Istana Kesultanan, Jou Jau mengumumkan bahwa Bustar dan isterinya, Rani Bustar, dicatat sebagai masyarakat wilayah Kesultanan Tidore. Istana menyambut baik kegiatan ekspedisi yang dilakukan oleh EcoNusa.

Kelurahan Kalaodi, Kota Tidore Kepulauan – Minggu, 28 Oktober 2020

Kalaodi merupakan salah satu penghasil cengkih terbaik di Maluku Utara. Wilayah mereka masuk dalam Hutan Lindung Tagafura. Warga Kalaodi hidup harmonis dengan alam, mereka menjaga tradisi yang dilakukan secara turun-temurun untuk menjaga bumi yang mereka diami. Ini yang menjadikan Kalaodi sebagai kampung ekologi Tidore. EcoNusa mendokumentasikan aktivitas masyarakat memanen cengkih, memberikan edukasi pencegahan Covid-19, melakukan pemeriksaan kesehatan gratis, membagikan masker, serta dukungan berupa bibit dan alat pertanian.

Tim Ekspedisi Maluku 2020 : Covid Respons dan Hutan Lestari

Berikut adalah Tim yang bergabung dalam ekspedisi:

Bustar Maitar
CEO EcoNusa
F.X Adi Saputra
Team Leader (Public and Youth Mobilizations Officer)
Carmelinta Mamonto
Coordinator of SEI Program and Liaison Officer of Molucca Region
dr. Iqra Alimus
Dokter
#EkspedisiMalukuEcoNusa
Rumah EcoNusa
Jl. Maluku No.35, RT.6/RW.5, Gondangdia.
Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350
©2021. EcoNusa. All rights Reserved