Bekerja dengan Kami
EcoStory
SUKU MOI | Upaya Mendapatkan Pengakuan Wilayah Adat

Penetapan hutan adat di wilayah Malaumkarta Raya penting dilakukan agar ekosistem hutan tempat masyarakat adat Suku Moi menggantungkan kehidupan, tidak berubah menjadi barisan lahan kelapa sawit.

Meskipun Peraturan Daerah No. 10/2017 tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Moi di Kabupaten Sorong telah terbit, perjuangan Masyarakat Hukum Adat Moi untuk mendapatkan pengakuan wilayah adat dan hak-haknya masih terus bergulir.

MELINDUNGI HARMONI TANAH PAPUA DAN MALUKU | DEFENDING PARADISE

Tanah Papua dan Kepulauan Maluku adalah rumah cenderawasih. Burung surga, cenderawasih tak hanya bagian dari mata rantai kehidupan belantara hutan hujan tropis Tanah Papua dan Kepulauan Maluku, melainkan juga simbol tradisi, filosofi kehidupan, dan identitas budaya yang mengakar dengan kehidupan masyarakat adat. Sayang, cenderawasih kian menghadapi ancaman nyata. Burung-burung surga ini terus kehilangan rumahnya, hutan hujan tropis di tanah surga Papua dan Maluku. Penebangan hutan, perluasan perkebunan skala besar, pertambangan, dan pembukaan lahan yang dibungkus keserakahan tidak beradat mengancam cenderawasih dan seluruh ekosistem alam yang merupakan pendukung utama penghidupan masyarakat adat dan penopang iklim dunia.

 

Surat dari Timur

Berdiri sejak tiga tahun lalu, EcoNusa melakukan berbagai upaya untuk mencapai visi kedaulatan masyarakat untuk pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan. EcoNusa terus melangkah maju dan berusaha tetap relevan bagi masyarakat di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku bahkan di tengah pandemi COVID-19.

 

Sepanjang 2021, EcoNusa akan mencurahkan semangat dan perhatian besar dalam pengembangan masyarakat kampung. Program School of Eco Involvement akan terselenggara di 5 region di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku. Tidak lupa pula dukungan kepada mitra yang mengembangkan inisiatif di tingkat lokal.

Menjaga Asa, Merawat Sagu

Bagi masyarakat di Tanah Papua, hutan sagu ibarat ibu yang mencukupi kebutuhan dan menghidupi. Setidaknya, hutan sagu mengandung empat manfaat utama bagi kehidupan masyarakat Papua, yakni sebagai sumber sandang, papan, pangan, dan ekosistem. Para pemuda di Kampung Yoboi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, menginisiasi Festival Ulat Sagu sebagai bagian dari kampanye pelestarian hutan sagu di Kampung Yoboi pada akhir 2020 lalu.

 

Jan Jap L, Ormuseray, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, mengatakan, “Tanaman sagu merupakan salah satu yang dapat memberi kontribusi air dan menyimpan air. Untuk itu hutan sagu perlu dilestarikan dalam rangka menjaga kestabilan air,” ujarnya di sela-sela Festival Ulat Sagu di Kampung Yoboi.

Hutan Perempuan: Menjaga Tradisi Merawat Bakau Enggros

Melalui tradisi ‘Tonotwiyat’, perempuan di Kampung Enggros telah bertahun-tahun melestarikan hutan bakau yang disebut juga sebagai Hutan Perempuan. Tradisi ‘Tonotwiyat’ ini yang membuat relasi antara perempuan Enggros dan hutan bakau sangat erat.

Ekspedisi Maluku EcoNusa 2020

27 hari berlayar, menempuh 2000 kilometer, EcoNusa berkesempatan untuk mengunjungi 25 wilayah yang di jalur rempah, dari Sorong, Ternate, Ambon hingga Neira.

 

Ikuti terus perjalanan kami selama 22 Oktober hingga 18 November 2020 melalui akun media sosial EcoNusa.

 

Semoga kegiatan yang dilakukan dapat terus berjalan lancar ya!

 

#beradatjagahutan

Senja Di Kaimana

Keindahan pancaran cahaya senja di Kaimana menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Ditemani dengan segarnya hasil olahan sumber daya perikanan, Kaimana masuk dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi di Tanah Papua.


Artist: ALFIAN
Title: "Senja Di Kaimana"
Album: Kenangan Manis Vol.2
Prod. : 2017 (Re-released)

 

#beradatjagahutan

Ancaman di Tanah Papua

Hutan di Tanah Papua memiliki peran signifikan terhadap upaya pengawasan yang global. Dengan luas hutan 33,6 juta hektare, hutan Tanah Papua menyimpan 6,3 gigaton karbon. Tanpa perencanaan pembangunan berkelanjutan, kerusakan hutan di Tanah Papua tidak dapat dihindari. Dampaknya akan dirasakan hingga seluruh penjuru dunia.

 

#beradatjagahutan

Potensi Laut di Tanah Papua

Masyarakat dan pengunjung wisata bahari memiliki peran penting untuk menjaga keberlangsungan habitat dan sumber daya perikanan di Tanah Papua. Dengan menerapkan prinsip ekowisata, wisatawan dituntut untuk dapat bertanggung jawab dalam setiap aktivitas wisata yang terjadi.

 

#beradatjagahutan

Bidadari Halmahera | Burung Surga dari Kepulauan Maluku

Indonesia Timur adalah gudang bagi satwa endemik dunia. Tak hanya di Pulau saja, melainkan juga di Kepulauan Maluku. Burung bidadari halmahera (Senioptera wallaci) adalah salah satu satwa endemik dari Kepulauan Maluku yang keindahannya memikat mata siapapun yang melihatnya.

 

Burung surga yang masih berkerabat dengan burung cenderawasih ini menjadi penghuni Pulau Halmahera, Pulau Bacan, dan Pulau Kasiruta.

 

Statusnya yang kini terancam punah memerlukan kontribusi kita semua untuk tetap melestarikan hutan dan satwa-satwa endemik yang tinggal di dalamnya.

 

#beradatjagahutan

Masyarakat Adat Penjaga Hutan di Tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak besar pada kehidupan masyarakat perkotaan. Namun, juga masyarakat adat yang hidup di sekitar hutan.


Pola hidup masyarakat adat yang komunal dan saling bergantung satu sama lain, membuat mereka sulit menerapkan jaga jarak. Sulitnya akses menuju fasilitas kesehatan menambah risiko penularan Covid-19 menjadi semakin tinggi.


Padahal, masyarakat adat adalah garda terdepan perlindungan hutan-hutan Indonesia.


Mari kita bersama-sama turut berkontribusi menjaga hutan Indonesia dan masyarakat adat para penjaganya!

 

#beradatjagahutan

Hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku | Ibarat Mama yang Menghidupi

Masyarakat yang hidup di sekitar hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku bergantung pada hasil-hasil hutan. Bagi mereka, hutan adalah mama yang memberi kehidupan. Mencukupi kebutuhan dan menyediakan segala yang diperlukan.

 

Sayangnya, kerusakan hutan yang kian hari kian meresahkan turut mengancam sumber kehidupan mereka.

 

Perlu andil kita bersama untuk turut melindungi hutan-hutan di Tanah Papua dan Kepulauan Maluku yang menjadi benteng terakhir hutan Indonesia.

 

#beradatjagahutan

Hutan Papua | Benteng Terakhir Hutan Indonesia

Hutan Papua, Benteng Terakhir Hutan Indonesia. Gudang Flora dan Fauna Endemik Dunia

 

Setelah hutan di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan terus menyusut, hutan-hutan di pulau Papua menjadi benteng terakhir hutan Indonesia karena tutupan hutan dan biodiversitas tinggi yang terkandung di dalamnya.


Luas tutupan hutan di Tanah Papua seluas 33,64 juta hektar menyimpan cadangan karbon sebanyak 5,55 Giga TonneC yang menyumbang untuk keseimbangan iklim dunia. Tanah Papua memiliki hutan mangrove, hutan dataran rendah, hingga padang rumput alpine.


Tanah Papua memiliki 125 jenis memalia (55 persen endemik), 223 jensi reptil (35 persen endemik), dan 602 jenis burung (52 persen endemik). Berdasarkan hasil penelitian di jurnal Nature Agustus 2020, Tanah Papua memiliki biodiversitas flora tertinggi di dunia, yakni 16% keanekaragaman tumbuhan dunia. 9.000 dari 13.000 spesies yang tumbuh di hutan Papua endemik atau tidak ditemukan di tempat lain.
Penelitian itu pun menggeser Madagaskar yang sebelumnya berada di urutan pertama.


#beradatjagahutan

Apa Kata Dorang

Seberapa jauh kita mengenal saudara kita di Tanah Papua? Pertanyaan sederhana ini relatif sulit dijawab. Kadang bikin alis kita saling mendekat. Seperti daerah lainnya di Indonesia, beragamnya suku bangsa dan budaya di Tanah Papua serta kekayaan alamnya sangat menarik untuk diketahui. Seperti kata petuah orang bijak, tak kenal maka tak sayang. Begitu kenal, rasanya sulit untuk dilupakan.


#beradatjagahutan

Konser Hutan Merdeka #BERADATJAGAHUTAN [ Full HD ]

Musik adalah bahasa universal yang mampu menyampaikan berbagai pesan kehidupan, tak terkecuali pesan-pesan tentang isu lingkungan hidup.


Sabtu, 29 Agustus 2020 pukul 17.00 WIB | 18.00 WITA | 19.00 WIT, di Youtube EcoNusa TV yang bertepatan dengan Kemerdekaan Indonesia ke 75 Tahun, Yayasan EcoNusa mempersembahkan Konser Hutan Merdeka #BeradatJagaHutan. Bersama sederetan musisi Indonesia mengajak seluruh masyarakat, terutama generasi muda, untuk peduli pada hutan-hutan Indonesia dan masyarakat adat yang tinggal di sekitarnya melalui lagu-lagu yang akan mereka bawakan.


Menampilkan pertunjukan musik dari SLANK, Barasuara, Nowela, Hindia, Iwa K, Ipang, Michael Jakarimilena, Molucca Bamboowind Orchestra, dan Bengkel MambriBen. Acara dipandu oleh Nirina Zubir dan Teuku Zacky.

Pelestarian Mangrove di Mandoni

Masyarakat menerapkan peraturan adat untuk menjaga kelestarian ekosistem mangrove. Mereka membagi hutan mangrove berdasarkan wilayah pertuanan sehingga tak sembarang orang bisa masuk dan menggunakan sumber daya di dalam hutan mangrove, seperti penerapan sasi. Barangsiapa yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai kesepakatan marga atau suku. #beradatjagahutan

BAKAU HARAPAN

Masyarakat di Kampung Friwen dan Manyaifun, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, memahami pentingnya keberlangsungan ekosistem mangrove. Mereka menyadari eksploitasi berlebih hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat kampung kelak. #beradatjagahutan

Nelayan Ikan di Distrik Babo

Mangi-mangi atau mangrove membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Ekosistem mangrove menjadi tempat pemijahan, asuhan, dan tempat mencari makan bagi fauna perairan yang hidup di sekitarnya. Serupa dengan kondisi nelayan di Kampung Babo, Kabupaten Teluk Bintuni, daerah lain dengan ekosistem mangrove yang lebat juga merasakan berkah yang sama. Mereka akan terus menjaga keutuhan mangrove untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dan mewariskannya kepada anak-cucu.

Potensi Pala di Kabupaten Fakfak

Pala Fakfak (Myristica argantea Warb) merupakan tanaman asli Indonesia. Selain tumbuh di hutan, pala Fakfak dibudidayakan menggunakan benih turunan dari pohon pala di hutan. Sebagian besar penduduk Fakfak memiliki lahan untuk menanam pala. Melimpahnya hasil produksi membuat Kabupaten Fakfak dijuluki Kota Pala. Pala dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan obat atau kosmetik. Penduduk lokal mengolah pala menjadi manisan, dodol, dan sirup.

Hutan Mangrove Sumber Penghidupan

Hutan mangrove Teluk Bintuni yang menjadi hutan mangrove terbesar di Papua Barat tak lepas dari ancaman. Aktivitas perusahaan berpotensi merusak dan mengurangi luasan hutan mangrove, seperti aktivitas pembalakan kayu dan aktivitas perusahaan tambang minyak dan gas yang sebagian besar wilayah konsensinya berada di kawasan mangrove.

Usaha Homestay Mengubah Pola Pikirku

Ekowisata dapat menjadi jawaban terhadap pengelolaan hutan dengan mengedepankan aspek konservasi. Ekowisata menyajikan keindahan alam kepada wisatawan sekaligus memberikan manfaat finansial kepada masyarakat setempat. Kerusakan lingkungan mereda, hutan dan laut pun terjaga.

Potensi Mangrove Distrik Babo

Distrik Babo berada di wilayah administrasi Kabupaten Teluk Bintuni yang memiliki hutan mangrove seluas 225,367 hektar atau 10 persen luas hutan mangrove di Indonesia. Komoditas perikanan yang dapat dimanfaatkan berupa kepiting bakau, udang, ikan demersal dan pelagis kecil. Hutan mangrove juga berpotensi untuk dapat dikembangkan lebih jauh di sektor pariwisata, seperti ekowisata mangrove berbasis adat.

SOS Rainforest LIVE | 22 Juni 2020 | Sting, Slank, Iwan Fals, and masih banyak lagi

Hutan hujan adalah sumber kehidupan untuk makhluk hidup dan penyeimbang iklim dunia. Di tengah pandemi Covid-19, ancaman terhadap kerusakan hutan dan keberlangsungan masyarakat adat terus saja terjadi. Menyambut Hari Hutan Hujan Dunia tanggal 22 Juni yang akan datang, EcoNusa dan @rainforest_foundation mengajakmu untuk mendukung perjuangan masyarakat adat melawan Covid-19 dan melindungi hutan hujan.

 

Saksikan konser musik virtual penggalangan dana melalui channel Youtube dan Tiktok Rainforest Foundation Norway serta berikan dukunganmu dengan BERDONASI melalui sosrainforest.org ! Akan ada penampilan @theofficialsting @slankdotcom @iwanfals dan banyak musisi dunia lainnya yang turut memeriahkan acara. Donasimu sangat berarti bagi keberlangsungan hutan hujan di seluruh dunia dan kehidupan masyarakat adat yang mendiaminya.

Hutan Sumber Penghidupan

Perhutanan Sosial merupakan bentuk simbiosis pengelolaan hutan antara masyarakat dan pemerintah. Dengan mendapatkan hak legalitas mengelola hutan, masyarakat dapat hidup mandiri. Sementara itu, pemerintah secara tak langsung mendapat bantuan penjagaan hutan dari aktivitas ilegal seperti pembalakan liar atau perburuan. Hingga 2019, luas areal perhutanan sosial di Papua Barat yang sudah mendapatkan surat keputusan menteri kehutanan seluas 25.228 hektare.

Wisata Batanta

Pulau Batanta menjadi habitat bagi 121 jenis avifauna dan satwa endemik lainnya. Salah satu pulau terbesar di Kepulauan Raja Ampat itu juga menjadi tempat migrasi unggas dari Papua, Pulau Salawati, dan Pulau Waigeo, terutama saat musim kawin. Bila dikelola dengan baik, potensi ekowisata di Kampung Wailebet dapat menyejahterakan masyarakat sembari melindungi hutan dan ekosistem di dalamnya

Tradisi Sasi di Kampung Mandoni

Kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam menjadi bukti relasi masyarakat dengan alam sekitarnya. Kebutuhan masyarakat tak hanya satu-satunya titik perhatian, melainkan juga keberlanjutan dan kelestarian ekosistem. Hal ini memungkinkan terciptanya keseimbangan pemenuhan ekonomi dan konservasi sumber daya alam.

Surga Tersembunyi di Pegunungan Arfak

Melalui ekowisata di Kampung Mokwam, Pegunungan Arfak, Papua Barat, dapat hidup berdampingan dengan alam. Mereka memanfaatkan keberadaan hutan sekaligus menjaganya.

Budaya Kunyah Pinang

Buah Pinang telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Papua. Tumbuh di dataran rendah namun tradisi mengunyah pinang juga dilakukan oleh masyarakat dataran tinggi. Tradisi ini dibawa oleh masyarakat dataran rendah yang bekerja di wilayah pegunungan. Perdagangan pinang membuat roda perekonomian bergerak, menunjang hidup hingga memenuhi biaya pendidikan.

Pulau Kelelawar di Fakfak

Pulau Paniki atau Pulau Kelelawar terletak di dekat Kampung Ugar, Disktrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Penamaan pulau mengacu pada banyaknya kelelawar yang hidup di sana. Bila dikelola dengan baik, Pulau Paniki dapat berpotensi menjadi salah satu atraksi ekowisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan dan menjadi situs edukasi untuk mengenal kelelawar terbesar di dunia.

Perjuangan Rani, Nelayan Muda di Kampung Kambala

Bagi Rani, menjadi pencari teripang untuk memenuhi kebutuhannya, tak memendam hasrat untuk mengejar cita-cita. Keinginannya membantu orang banyak menetapkan hatinya untuk menjadi perawat. Baginya pendidikan adalah kunci untuk membentang cakrawala menuju kehidupan yang baru.

Nelayan Udang di Aruba

Udang menjadi komoditas perairan dan didukung luasnya ekosistem mangrove di Teluk Bintuni, Papua Barat. Selain udang, mangrove juga menjadi tempat pemijahan komoditas perikanan lain yang sangat bermanfaat bagi masyarakat. Teluk Bintuni menopang 10 % dari luas mangrove Indonesia, oleh karena itu harus dijaga demi kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Satu Tungku Tiga Batu

Masyarakat Kampung Kambala di Kabupaten Kaimana menjadi cermin penerapan toleransi antar umat beragama. “Keluarga sesama manusia” menjadi pedoman hidup yang dipercaya masyarakat. Mereka tidak mengenal konflik, hanya mengenal uluran tangan untuk membantu satu sama lain. Filosofi tersebut terkenal dengan sebutan “Satu Tungku Tiga Batu”

Terdesaknya Nelayan Asli Papua

Perubahan iklim dan eksploitasi sumber daya ikan secara berlebihan membuat nelayan kesulitan mendapatkan ikan. Intervensi berupa pembuatan zonasi penangkapan dan pemberlakuan sasi dapat diterapkan agar populasi ikan kembali meningkat. Selain itu, pelatihan di bidang lain dapat menunjang kemampuan nelayan bertahan hidup selama menunggu sasi atau saat ikan sulit didapatkan.

Mengenal Pohon Matoa Merah

Berbeda dengan matoa biasa, buah pohon matoa merah (Pometia coroacea) tidak dapat dimakan, manusia memanfaatkannya sebagai bahan dasar furnitur. Matoa merah yang banyak tumbuh di kawasan pesisir menjadi rumah bagi banyak satwa liar, terutama burung kasuari. Sebagai tempat bersarang, tempat perkawinan, dan sumber makanan. Menjaga populasi matoa merah berarti sama dengan menjaga habitat satwa liar di Papua.

Blue Water Mangrove Raja Ampat

Blue water mangroves memiliki sistem akar yang kuat dan melebar, sehingga cocok menjadi tempat berlindung bagi ikan-ikan kecil. Salah satunya bisa ditemui di Distrik Batanta Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat. Pelaku wisata juga mengambil manfaat dari ekosistem ini sebagai daya tarik wisatawan untuk melihat pemandangan bawah laut. Dengan menjaga dan melestarikan ekosistem mangrove, ikan serta terumbu karang di sekitarnya akan tetap lestari sekaligus menjamin kehidupan masyarakat di sekitar kawasan itu terjaga.

Cara Mencari Kerang di Kampung Mandoni

Surutnya air laut menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Kampung Mandoni, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Salah satunya adalah Mama Aminah yang berprofesi sebagai pencari kerang. Kerang didapatkan tanpa alat bantu apapun, hanya mengandalkan tangan kosong. Mama Aminah dan masyarakat di Kampung Mandoni sangat selektif saat mengambil kerang. Mereka tak pernah mengambil kerang berukuran kecil. Hal ini dilakukan agar ekosistem kerang terus terjaga dan tetap lestari. Dengan menjaga ekosistem seperti itu masyarakat di Kampung Mandoni sadar bahwa sesuatu yang di ambil berlebihan, justru akan membawa kesengsaraan di kemudian hari.

Peson Air Terjun Kiti Kiti

Air Terjun Kiti Kiti adalah destinasi wisata yang berada di Kawasan Konservasi Taman Pesisir Teluk Nusalasi, Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Selain laut lepas, kita juga disuguhi pemandangan vegetasi hutan hijau disekelilingnya. Air Terjun Kiti Kiti, sebutan warga setempat untuk ruangan air terjun yang serta-merta jatuh ke laut. Selain air terjun, disini juga terdapat keindahan bawah laut yang memukau dengan beragam jenis terumbu karang dan ikan.

 

Menjaga hutan dan alam disekelilingnya, kita juga menjaga kelestarian dan keindahan Air Terjun Kiti Kiti.

Daun Gatal Papua

Pengobatan alternatif yang masih menjadi andalan masyarakat Indonesia membuat tanaman banyak dimanfaatkan. Salah satunya daun gatal dari Indonesia Timur ini yang memiliki beragam manfaat.

 

Daun gatal banyak tumbuh di hutan lebat di Papua dan Maluku. Secara turun-temurun daun ini dipakai masyarakat adat untuk pengobatan tradisional seperti gatal-gatal, pegal linu, sampai membantu proses persalinan.

 

Dengan menjaga kawasan hutan lebat tetap ada, berarti kita juga memastikan keberadaan daun gatal sebagai sumber pengobatan bagi masyarakat selalu tersedia

Berburu Kepiting Jumbo di Kampung Mandoni Fakfak

Pesisir selatan Papua Barat memiliki hamparan ekosistem mangrove terluas di Indonesia yang kaya akan biodiversitas seperti ikan, kepiting, dan kerang. Selain fungsinya melindungi kampung dari gelombang besar, hutan mangrove merupakan sumber penghidupan masyarakat adat setempat. Hanya dengan mencari kepiting bakau, Mama Maryam bisa menyekolahkan anaknya ke luar pulau hingga lulus kuliah. Menjaga kelestarian mangrove berarti menjamin penghidupan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir Indonesia.

Suku Moi Kelim, Hutan Kami Hidup Kami

 

Lebih dari 250 lebih kelompok suku asli di Tanah Papua, dengan bahasa yang unik dan berbeda. Sebagian besar suku-suku asli menggantungkan hidupnya pada hutan hujan tropis yang luasnya hampir setara dengan 215 kali kota London di Inggris. Hutan-hutan di Tanah Papua adalah masa depan Iklim Indonesia dan Dunia, masa depan penghidupan masyarakat adat. Yayasan EcoNusa mendorong ekoturisme berbasis masyarakat adat yang Berkelanjutan. Aksi nyata bersama menyelamatkan hutan akan membantu memastikan penghidupan berkelanjutan masyarakat asli di Tanah Papua.

Cerita dari Danau Kembar di Pegunungan Arfak

Tim EcoNusa berkesempatan untuk menjelajahi keindahan alam di Papua. Kali ini kami berangkat ke Pegunungan Arfak di mana danau kembar yang disebut Danau Anggi berada. Seperti apa kisahnya? Ikuti terus petualangan kami.

Suku Kombai Berburu Babi Hutan

Selain sebagai metode mencari makan, berburu menjadi cara mengakrabkan diri antar laki-laki Suku Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua. Proses berburu menghabiskan waktu sekitar 3-4 hari. 

Rumah Pohon Suku Kombai

Suku Kombai, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua, tinggal di rumah pohon dengan ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah. Selain Suku Kombai, Suku Korowai dan Suku Citak juga mendiami rumah pohon sebagai tempat tinggal mereka.

Bakar Batu, Kuliner Khas Papua

Untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, Suku Kombai biasa bekerja meramu sagu. Seperti di film berikut, Suku Kombai membakar batu sebagai media untuk membuat kuliner khas Papua, yakni sagu bakar. Tonton sampai habis ya..

Pesta Ulat Sagu - Menjaga Tradisi Merawat Bumi

Festival Pesta Ulat Sagu yang di selenggarakan pada tahun 2018 ini menyimpan cerita nya tersendiri. Pesta Ulat Sagu juga merupakan ritual adat rutin dari masyarakat adat Suku Kombay

Rumah EcoNusa
Jl. Maluku No.35, RT.6/RW.5, Gondangdia.
Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350
©2021. EcoNusa. All rights Reserved